Menu

Mode Gelap
Ta’aruf STEBI Liwa TA 2022-2023: Mahasiswa adalah Agent of Change Pelajar Pesibar Diimbau Wajib Gunakan Helm Bina Warga Sukadanaudik, Mardiana Tegaskan Keutuhan Bangsa Berpedoman pada Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan Bid Propam Polda Lampung Gelar Mitigasi Gaktiblin di Polres Lampura DPP GPPMP Luncurkan 25 Kandidat Tokoh Inspiratif Kandidat Peraih Award 2022

Opini & Puisi WIB ·

Di Tengah Situasi Pandemi, Wartawan Menulis Jangan Berlindung Gunakan Kata Indikasi ataupun Dugaan


					Di Tengah Situasi Pandemi, Wartawan Menulis Jangan Berlindung Gunakan Kata Indikasi ataupun Dugaan Perbesar

Hal itu Sama saja dengan Menyebarkan Hoaks

Ditulis oleh : Febry (*)

Seorang yang berprofesi sebagai kuli tinta secara profesional dan efisien akan selalu siap menentukan pilihannya masing-masing. Sebab menjadi sosok seorang kuli tinta akan selalu di hadapkan oleh dua pilihan, adapun kedua pilihan tersebut sudah barang tentu siap dengan segala konsekwensinya.

Kuli tinta di jaman sekarang ini akan lebih jauh berbeda dengan para kuli tinta yang terdahulu. Pasalnya, mungkin pada saat yang sekarang, jaman serba cepat, serba canggih karena adanya sumber dukungan dari adanya internet dan bagi siapa saja yang mampu serta paham akan internet, mau siapapun jelas-jelas akan mampu atau sanggup memuat dan mempublikasikan sebuah informasi terhadap masyarakat luas. Namun disini kita perlu mengkaji serta mencermati isi dari pada adanya informasi tersebut, karena dengan adanya sebuah berita yang sudah di publikasikan kepada seluruh masyarakat, itu harus benar-benar akurat dan harus bisa dipertanggungjawabkan dimata hukum.

Kita mesti paham apa yang kita muat di dalam berita tersebut apakah akan ada dampak atau tidak. Hal itulah yang sangat perlu kita kaji ulang, karena segala sesuatupun ada konsekwensinya. Maka dari itu menjadi sosok seorang kuli tinta tidaklah mudah, mau tidak mau atau suka tidak suka sosok seorang kuli tinta suatu saat nanti akan di hadapkan dengan antara asa dan dilema. Kenapa demikian?  Karena peranan seorang sosok yang berprofesi sebagai kuli tinta, harus bersedia memberikan informasi yang akurat serta mampu menguak semua kebenaran kepada masyarakat banyak. dan sebuah profesi yang sangat mulia. Kini namanya tinggal kenanngan, karena pada jaman sekarang ini pencitraan sosok seorang kuli tinta telah ternodai oleh sebagian oknum kuli tinta yang begitu sengaja melupakan dan membiarkan terhadap adanya kode etik jurnalistik.

Baca Juga :  Biro Jasa dan Calo Sama Atau Tidak

Sedangkan dilain sisi pada saat sekarang ini, sosok seorang kuli tinta dimata masyarakat seakan di jadikan momok yang sangat menakutkan. Kita semua sebagai seorang kuli tinta tentunya akan lebih paham mengenai adanya kode etik jurnalistik. Kita disini akan selalu di hadapkan kepada pertanggungjawaban dan somasi sebagai hak jawab dari sebuah informasi yang kita publikasikan kepada masyarakat. Maka untuk itu, kita yang berprofesi menjadi seorang kuli tinta harus terus menerus berupaya dan berusaha memberikan sajian berita yang terbaik terhadap seluruh lapisan masyarakat, sedangkan disini di dalam menyajikan informasi harus sesuai dengan data maupun fakta yang ada di lapangan.  Apabila ada seorang pekerja kuli tinta menulis tentang kebohongan atau hoaks, mungkin berapa banyak dan berapa juta masyarakat yang akan menjadi korban atas adanya pemberitaan kita tersebut. Karena itu, sosok seorang yang berprofesi sebagai kuli tinta, harus betul-betul paham dan dapat dimengerti oleh masyarakat.

Mungkin satu hal yang mesti kita pahami bersama, ingat dan waspadalah terhadap pemberitaan yang kita suguhkan, itu harus sesuai dengan adanya prosedur yang berlaku serta harus memahami tentang kode etik jurnalistik. Dalam dunia jurnalis, saya rasa  tidak ada yang senior maupun junior kita semua sama. Mungkin yang membedakannya adalah pengalaman dan sejauh mana kita bekerja di media masa.

Sedangkan disituasi serba tidak menentu di tengah wabah pandemi Covid-19 ini. Tentu semua berkaitan sangat erat bahkan bak tampak jeda atau jarak, gesekan sosial ekonomi pasti terjadi. Di sinilah peran wartawan hadir untuk membuat suatu narasi berita yang update meski nyawanya pun sebenarnya terancam dari paparan virus corona.

Secara individual sebenarnya sangat dipahami akan ancaman itu. Namun apa boleh buat panggilan jurnalistiknya lebih kuat daripada resiko kesehatan dengan melepas semua kecemasan didalam benak para kuli tinta itu sendiri. Dampaknya pun jelas yakni depresi luar biasa. Itulah jurnalistik ia tanpa lelah meskipun tanpa upah. Jurnalistik adalah pahlawan dibalik layar. (**)

Baca Juga :  ULAR

• Catatan redaksi : Febry adalah wartawan dan jajaran redaksi media Restorasi News Siber Indonesia.co

Judul tulisan diubah redaksi untuk kepentingan publik

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

DI PINGGANG TAMAN CINTAMANIS

30 Juli 2022 - 16:57 WIB

Menang atau Kalah

28 Juli 2022 - 09:26 WIB

Semoga Pemilihan Peratin Berjalan Sesuai Harapan

27 Juli 2022 - 16:01 WIB

RUMAH ASPIRASI

17 Juli 2022 - 18:20 WIB

SELAGI BIDUK BELUM LAPUK

22 Juni 2022 - 16:49 WIB

Wajar Berbeda Pilihan

8 Juni 2022 - 10:35 WIB

Trending di Opini & Puisi
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
%d blogger menyukai ini: