Menu

Mode Gelap
Bersama Komunitas Sepeda, Kapolres Lampura Edukasi Masyarakat Hidup Sehat dan Hemat BBM Berulah Pornoaksi, Pria Bertato Ditangkap Polisi Mardiana Sosialisasikan Perda Prov Lampung tentang Perlindungan dan Pemberdayaan UMKM Sempat Kabur, DPO Tersangka Narkoba Terciduk Polres Lampura Gelar Perkara, Lima dari Enam Terduga Provokator Ditetapkan Tersangka

Nasional WIB ·

Lindungi Perusahaan Media, Ketua Dewan Pers Beri Kesempatan Anggota SMSI se-Indonesia untuk Pendataan Verifikasi


					Lindungi Perusahaan Media, Ketua Dewan Pers Beri Kesempatan Anggota SMSI se-Indonesia untuk Pendataan Verifikasi Perbesar

JAKARTA (SMSI/RNSI) – Dewasa ini pertumbuhan media siber di Indonesia demikian pesat.

Untuk itu, diperlukan peningkatan layanan Dewan Pers dalam melakukan verifikasi media.

Layanan verifikasi ini selain untuk memberikan perlindungan insan pers, juga memberikan kontribusi positif bagi masyarakat luas untuk mengetahui media yang dapat memberikan manfaat bagi kehidupan dan media justru berpotensi menimbulkan dampak buruk.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Pers, Prof, Azyumardi Azra, dalam pertemuan dengan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Jumat kemarin, 12 Agustus 2022.

Mengawali acara audensi, Ketua Umum SMSI Firdaus menyampaikan empat poin aspirasi SMSI untuk kemajuan dunia pers, diantaranya menyangkut pendataan dan verifikasi media siber yang tergabung di SMSI.

“Anggota SMSI saat ini mencapai 2000-an perusahaan media online di seluruh Indonesia. Kami ingin perusahaan media siber yang tergabung di SMSI, seluruhnya bisa terdaftar dan terverifikasi di Dewan Pers. Kami ingin perusahaan media yang menjadi anggota SMSI adalah benar-benar sesuai dengan Undang-undang pers No 40 tahun 1999, dan profesional,” ujar Firdaus.

Untuk kelancaran pendaftaran dan verifikasi, kata Firdaus, SMSI membantu mendata perusahaan pers dengan cara menyerahkan daftar seluruh anggota ke Dewan Pers.

Selanjutnya, SMSI akan mensuport proses dan/atau melakukan pendampingan pelaksanaan verifikasi yang dilakukan Dewan Pers.

“Ini langkah kami dalam membantu verifikasi perusahaan media siber yang menjadi anggota SMSI di seluruh Indonesia. Supaya perusahaan media siber bisa terlindungi dalam mengembangkan pers nasional. Termasuk kepada wartawannya melalui UKW,” harap Firdaus.

Sementara itu, Ketua Dewan Pers, Prof. Azyumardi Azra, tampak antusias dan bersemangat saat menerima delegasi SMSI beraudensi.

Menurut Azyumardi Azra, Dewan Pers periode 2022-2025 yang belum lama ini dilantik berusaha untuk terus meningkatkan performa dalam memverifikasi media massa, termasuk media siber (online).

Baca Juga :  Kadis PMK Lamteng : Pengelolaan BUMK Wajib Disertai Renstra

“Dengan keterbatasan tim Dewan Pers dalam melakukan verifikasi media, maka kami persilakan SMSI untuk menerima pendaftaran seluruh anggotanya. Selanjutnya, serahkan ke Dewan Pers untuk kami lakukan pendataan dan verifikasi. Karena dengan verifikasi ini, masyarakat nanti akan mengetahui media-media yang benar-benar profesional, sesuai semangat UU Pers nomor 40 tahun 1999,” jelasnya.

Azyumardi Azra menuturkan, Informasi yang disajikan melalui media siber telah menjadi bagian dari perjalanan pers nasional.

Sebagai bagian dari media elektronik, media siber tumbuh subur di Indonesia. Karena perkembangan teknologi digital, sangat mendukung keberadaannya.

Selain itu, kebiasaan masyarakat mengakses berita juga telah berubah.

“Saya ingatkan kepada SMSI, dengan perkembangan teknologi digital yang pesat ini, mari kita berikan proteksi dan perlindungan kepada perusahan-perusahaan pers di Indonesia, supaya mereka tetap tumbuh dan diterima masyarakat luas. Karena perkembangan media sosial dari luar negeri, seperti youtube, facebook, twiter dan lainnya, juga pesat di negeri ini,” tuturnya.

Disebutkan, media online memegang peranan penting dalam pers nasional dewasa ini. Tidak hanya karena jumlahnya yang besar tetapi dampaknya terhadap publik juga sangat luas.

Mengacu kepada UU No 40 tahun 1999 tentang Pers, maka fungsi yang harus dimainkan perusahaan media adalah sebagai penyebar informasi, pendidik, hiburan dan kontrol sosial. fungsi-fungsi itu, tetap harus dijalankan oleh media online, supaya kehadirannya, dapat memberikan dampak positif.

SMSI perlu ikut mengawal media siber menjadi profesional, baik di tataran redaksi maupun perusahaan.

Ditataran redaksi tentu sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan Dewan Pers.

Bahwa penanggung jawab dan pemimpin redaksi memiliki latar belakang sebagai wartawan utama.

Demikian juga redaksi perlu memiliki wartawan kualifikasi wartawan muda dan madya yang menjadikan kerjanya semakin profesional.

Baca Juga :  Terapkan Manajemen Talenta, Kemekum HAM Tingkatkan Kualitas Manajemen ASN

Kemudian, media itu memiliki badan hukum sebagai perusahaan pers.

Prasyarat seperti itu diperlukan media siber, karena memang fokus bidangnya adalah pers yang berarti mengumpulkan, mengolah, dan mendistribusikan data melalui bentuk teks, gambar, bahkan audio visual.

Kemudian, sesuai amanat UU Pers, Dewan Pers memiliki fungsi untuk melindungi kemerdekaan pers dari campur tangan pihak lain.

UU Pers menegaskan, pers nasional harus dapat melaksanakan fungsi, hak, kewajiban, dan peranannya berdasarkan kemerdekaan pers yang profesional.

Profesional berarti, pertama dari segi kelembagaan, setiap perusahaan pers wajib berbentuk badan hukum Indonesia (pasal 9) dan wajib mengumumkan nama, alamat, dan penanggung jawab secara terbuka.

Kedua, dari segi penyelenggaraan pekerjaan jurnalistik (jurnalisme), pers berfungsi menyampaikan informasi yang faktual dengan fakta jurnalistik yang benar.

Fungsi pers juga untuk mendidik bangsa dan melakukan fungsi kontrol sosial (pasal 3).

Pers juga berperan melakukan pengawasan, kritik, dan koreksi untuk kepentingan umum (pasal 6).

Selain itu, pers mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarkan informasi (pasal 4). Pers dalam melaksanakan pekerjaan jurnalistik di atas wajib menaati Kode Etik Jurnalistik (pasal 7).

Dewan Pers Dukung Citizen Journalism

Jurnalisme warga atau citizen journalism, akhir-akhir ini, semakin berkembang dan menjadi sorotan banyak pihak.

Jurnalisme warga memiliki peran sebagai media alternatif bagi masyarakat.

Beberapa kasus menunjukkan esksistensi jurnalisme warga dapat menyaingi jurnalis profesional pada platform media seperti media cetak maupun media elektronik, termasuk media online.

Dengan pesatnya perkembangan citizen journalism di Indonesia, Dewan Pers terbuka untuk menyikapinya.

Bahkan, Dewan Pers juga akan menyikapinya dengan membuat formula yang tepat untuk mengakomodir Citizen Journalism yang dinilai bisa melakukan liputan layaknya jurnalis profesional.

Baca Juga :  Lima Bulan Berprofesi Bandar Ganja, Putra Tertangkap 'Cobra'

“Citizen Journalism bisa menjadi afiliator kita. Sehingga bisa diberikan perlindungan yang penting mereka dapat melakukan liputan layaknya jurnalis yang profesional. Tingggal kita siapkan formulanya,” jelas Ketua Dewan Pers dalam pertemuan tersebut.

Senada, anggota Dewan Pers Asmono Wikan, menambahkan, pihaknya menyambut positif kehadiran SMSI dalam membantu menyukseskan pendataan dan verifikasi media di Dewan Pers.

Termasuk juga menyambut positif SMSI turut menyukseskan program UKW.

“Karena dengan UKW yang berkesinambungan, maka kompetensi wartawan benar-benar diuji, supaya dapat memastikan kehidupan ekosistem pers yang berkualitas dan bermartabat,” ujarnya.

Dikatakan, kompetensi dan profesionalisme wartawan juga akan menciptakan iklim demokrasi yang lebih sehat.

Demokrasi yang sehat akan medorong lahirnya diskursus sosial, budaya, dan ekonomi yang sehat pula di tengah-tengah publik.

Sehingga, pers benar-benar dapat bekerja untuk mencerahkan masyarakat.

Dalam audensi tersebut, delegasi SMSI dipimpin Ketua Umum SMSI Firdaus dengan diikuti jajaran pengurus pusat, antara lain M. Nasir (Sekretaris Jenderal), dan pengurus lainnya, yakni Yono Hartono, Makali Kumar SH, Aat Surya Safaat Ervik Ari Susanto, Dar Edi Yoga, Retno Intani, Wisnu, Hersubeno Arief, Iwan Jamaludin, dan Lengkong sekretaris SMSI DKI.

Sedangkan dari Dewan Pers, Prof Azyumardi Azra, didampingi anggota Dewan Pers yang juga ketua Komisi Pemberdayaan Organisasi Dewan Pers, Asmono Wikan. Selain itu tampak hadir sekretariat Dewan Pers, seperti Sudrajat, Watini, Premi Sawitri, dan Wawan A. (*/SMSI/red)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Gandeng Sumitomo, Progres PLTA Kayan Signifikan

13 September 2022 - 17:11 WIB

Dengar Aspirasi Satpol-PP, Komisi II DPR-RI Inisiasi Pansus Honorer

6 September 2022 - 19:51 WIB

Sambangi KPK, Uncu Wenda: ini Kado Terindah untuk Pemkab Lamteng di HUT ke-77 RI

18 Agustus 2022 - 11:22 WIB

Usai Pidato Kenegaraan Presiden RI, Pimpinan Tiga Matra TNI Kumpul di Kediaman KSAD

17 Agustus 2022 - 11:01 WIB

FSIGB 2022 akan Usung Tema Seminar Sastra Kesusastraan Melayu dan Tradisi Kemaritiman

11 Agustus 2022 - 08:50 WIB

Gubernur Ansar Ahmad, Support FSIGB 2022, Satu Peserta Diantaranya Ketua SMSI Lampura, Ardiansyah

10 Agustus 2022 - 12:02 WIB

Trending di Nasional
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
%d blogger menyukai ini: