Menu

Mode Gelap
Ta’aruf STEBI Liwa TA 2022-2023: Mahasiswa adalah Agent of Change Pelajar Pesibar Diimbau Wajib Gunakan Helm Bina Warga Sukadanaudik, Mardiana Tegaskan Keutuhan Bangsa Berpedoman pada Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan Bid Propam Polda Lampung Gelar Mitigasi Gaktiblin di Polres Lampura DPP GPPMP Luncurkan 25 Kandidat Tokoh Inspiratif Kandidat Peraih Award 2022

Nasional WIB ·

Hujan dan Guguran Awan Panas di Puncak Merapi Ancam Warga Hulu Sungai Krasak


					Hujan dan Guguran Awan Panas di Puncak Merapi Ancam Warga Hulu Sungai Krasak Perbesar

YOGYAKARTA (Restorasi News Siber Indonesia/SMSI) – Gunung Merapi terus menunjukkan aktifitas vulkanik yang mengancam warga sekitar.

Dari hasil pantauan yang dilansir secara resmi melalui akun twitter @BPPTKG, Minggu, 31 Januari 2021, sekitar pukul 14:39 WIB, terjadi guguran awan panas, sekitar 600 meter dari puncak Merapi ke arah hulu Kali Boyong dan Kali Krasak.

Sebelumnya, hujan mengguyur kawasan puncak Merapi, sejak pukul 14.05 WIB berlangsung hingga sore.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), melalui akun yang sama, mengabarkan, hujan di puncak Merapi terjadi pada 31 Januari 2021 mulai pukul 12:36 WIB dengan total curah hujan 8 mm.

“Masyarakat yang beraktifitas di sekitar hulu sungai seputaran Merapi agar mewaspadai bahaya lahar hujan,” tulis pihak BPPTKG.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik, bila terjadi letusan eksplosif, dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, pada Rabu lalu, 27 Januari 2021, telah mengumumkan sejak pukul 00.00-14.00 WIB, Gunung Merapi telah meluncurkan 36 kali awan panas.

Guguran Awan panas itu berjarak luncur antara 500-3000 m ke arah barat daya atau hulu Kali Krasak dan Boyong.

“Awan panas tercatat di seismograf dengan amplitudo antara 15-60 mm dan durasi 83-197 detik” ujar Hanik Humaida, melalui utas di akun resmi twitter @BPPTKG.

Sejumlah lokasi dilaporkan terjadi hujan abu dengan intensitas tipis hingga tebal, seperti di Kecamatan Tamansari dan Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali dan beberapa lokasi di Klaten.

Baca Juga :  Tolak Impor Beras, Petani Minta Pemerintah Naikkan Harga Gabah Nasional

“Hujan abu terjadi sebagai akibat awan panas guguran. Untuk itu masyarakat diharapkan mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik. Gunakan masker, kacamata, dan menutup sumber air,” kata Hanik.

Hanik menyatakan, jarak luncur awan panas masih dalam radius bahaya yg disarankan BPPTKG – PVMBG – Badan Geologi.

Radius itu mencapai 5 km dari Puncak Merapi pada alur Kali Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Kali Putih.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di daerah yang direkomendasikan tersebut. (siberindo/redyusranp/red)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

DPP GPPMP Luncurkan 25 Kandidat Tokoh Inspiratif Kandidat Peraih Award 2022

5 Agustus 2022 - 15:52 WIB

Dewan Pers-Menko Polhukam Bahas RKUHP, SMSI Terus Tolak Pasal Krusial yang Potensial Lemahkan Kebebasan Pers

29 Juli 2022 - 19:18 WIB

Buku “Loper Koran Jadi Jenderal” Dibedah, Dudung Tokoh Inspiratif

23 Juli 2022 - 09:13 WIB

Kasad Jenderal Dudung Abdurachman Minta SMSI Teruskan Kembangkan Jurnalisme Jujur

22 Juli 2022 - 14:25 WIB

Brigjen TNI Iroth Beri Bimbingan Teknis Media Siber

22 Juli 2022 - 14:14 WIB

Peduli Alam Sekitar Reda Manthovani Lepaskan Puluhan Burung dan Penyu

13 Juli 2022 - 14:33 WIB

Trending di Nasional
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
%d blogger menyukai ini: