Menu

Mode Gelap
Ta’aruf STEBI Liwa TA 2022-2023: Mahasiswa adalah Agent of Change Pelajar Pesibar Diimbau Wajib Gunakan Helm Bina Warga Sukadanaudik, Mardiana Tegaskan Keutuhan Bangsa Berpedoman pada Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan Bid Propam Polda Lampung Gelar Mitigasi Gaktiblin di Polres Lampura DPP GPPMP Luncurkan 25 Kandidat Tokoh Inspiratif Kandidat Peraih Award 2022

Lampung Utara WIB ·

Rekonstruksi Perkara Tndak Kekerasan dan Upaya Pelarangan Liputan Terhadap Wartawan di Lampura


					Rekonstruksi Perkara Tndak Kekerasan dan Upaya Pelarangan Liputan Terhadap Wartawan di Lampura Perbesar

Lampung Utara (Restorasi News Siber Indonesia/SMSI) – Setelah lima bulan, perkara Ardhi Yoehaba, salah satu jurnalis Televisi Nasional Indosiar/SCTV yang berseteru dengan Juanda Basri, sampai ke tahap rekonstruksi.

Rekonstruksi tersebut dilakukan di tempat kejadian perkara (TKP), yaitu di Stadion Sukung Kotabumi Lampung Utara, Rabu, 3 Februari 2021.

Dalam rekonstruksi tersebut, sebanyak 26 (dua puluh enam) adegan dilakukan, yang dihadiri oleh Ardhi Yoehaba selaku saksi korban, Juanda Basri selaku saksi tersangka, pihak Kepolisian Lampung Utara, pihak Kejaksaan Lampung Utara, dan mendatangkan beberapa saksi kejadian.

Dari 26 adegan, ada beberapa adegan inti yang dilakukan, seperti adegan saat perampasan kamera, dan pemukulan terhadap Ardhi Yoehaba oleh tersangka Juanda Basri.

Menurut Ardhi Yoehaba, saat rekonstruksi dilakukan ada beberapa adegan yang diduga tidak sesuai dengan kejadian, dikarenakan pihak tersangka diduga kurang kooperatif untuk melerai permasalahan.

Dijelaskan oleh Ipda. M.Anton Prabowo selaku Kanit Pidum Polres Lampung Utara bahwa, tersangka Juanda Basri dikenakan pasal 351 ayat 1, dan untuk pengenaan pasal selanjutnya akan terlebih dahulu dilakukan pengkajian lebih lanjut.

“Untuk dikenakan pasal berlapis atau tidak maka kita akan lakukan kajian lebih dalam lagi,” jelas Ipda.M.Anton Prabowo.

Di waktu yang sama, Ardhi Yoehaba berharap agar tersangka dapat dikenakan pasal berlapis. Hal ini dikarenakan, setiap jurnalis di lindungi oleh Undang-Undang pokok Pers dan ada hak untuk melakukan liputan.

“Ternyata yang dikenakan Cuma pasal 351 dan saya bahkan berharap agar pelaku dapat dikenakan pasal berlapis, karena setiap pers di lindungi oleh Undang-Undang  pokok Pers,”jelas Ardhi.

Diharapkan kembali oleh Ardhi Yoehaba, agar pengkajian perkara tersebut dapat berjalan dengan lancar, secepatnya tersangka dapat terbukti bersalah dan diadili dengan pasal dan hukuman yang sesuai. (*/red)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Bid Propam Polda Lampung Gelar Mitigasi Gaktiblin di Polres Lampura

5 Agustus 2022 - 16:03 WIB

Peringati Tahun Baru Islam 1444 H, Polres Lampura Gelar Doa Bersama

4 Agustus 2022 - 12:26 WIB

Agenda Wabup Lampura Padat, Kabid Infokom : Kami Berjibaku dengan Waktu

4 Agustus 2022 - 01:26 WIB

Anggaran Dinkes Lampura Bocor, Kejari Lampura Pantau Adanya Double Costing

29 Juli 2022 - 20:19 WIB

DR. Slamet Haryadi: Problematika Audit BPK di Sekretariat DPRD, APH Lampura Dapat Dipastikan Lakukan Pantauan

28 Juli 2022 - 07:53 WIB

Terkait Pekerjaan Peningkatan Saluran Irigasi Wayrarem, Kapten Jauhari Sebut Kinerja Wartawan “Tolol”?

26 Juli 2022 - 21:08 WIB

Trending di Lampung Utara
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
%d blogger menyukai ini: