Menu

Mode Gelap
Bersama Komunitas Sepeda, Kapolres Lampura Edukasi Masyarakat Hidup Sehat dan Hemat BBM Berulah Pornoaksi, Pria Bertato Ditangkap Polisi Mardiana Sosialisasikan Perda Prov Lampung tentang Perlindungan dan Pemberdayaan UMKM Sempat Kabur, DPO Tersangka Narkoba Terciduk Polres Lampura Gelar Perkara, Lima dari Enam Terduga Provokator Ditetapkan Tersangka

Nasional WIB ·

Perkara Korupsi, Kajagung Perintahkan Kajari dan Kajati Percepat Proses Penanganan


					Perkara Korupsi, Kajagung Perintahkan Kajari dan Kajati Percepat Proses Penanganan Perbesar

JAKARTA (RNSI/SMSI) – Perkara tindak pidana korupsi diminta percepat proses penyelidikan dan pemberkasannya.

Hal ini diperintahkan Jaksa Agung Prof. Dr. H. Sanitiar Burhanuddin, kepada seluruh jajaran korp adhyaksa.

Dilansir melalui laman media siber sinarlampung.co, partner media RNSI, Jumat, 20 Mei 2022, Kajagung Sanitiar Burhanuddin juga memerintahkan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) untuk mempercepat proses penyidikan dan pemberkasan perkara dugaan korupsi penerbitan Persetujuan Ekspor (PE) crude palm oil (CPO) di Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia.

Dikatakannya, kasus tersebut segera dilimpahkan ke penuntutan dan perkaranya disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

“Saya tekankan kepada tim penyidik di Jampidsus untuk mempercepat pemberkasan dan pemeriksaan difokuskan pada pembuktian terhadap para tersangka yang sudah ditetapkan,” kata Burhanuddin, dalam siaran persnya kepada wartawan, Rabu, 18 Mei 2022.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, tim penyidik Jampidsus sudah menetapkan lima orang tersangka.

Satu di antara para tersangka merupakan pejabat eselon-1 di Kemendag, yakni Indrasari Wisnu Wardhana (IWW) dan saat ini dalam penahanan selaku Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Luar Negeri di Kemendag.

Tersangka lainnya, Master Parulian Tumanggor (MPT), yang ditetapkan tersangka selaku Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia.

Lalu, Stanley MA (SMA) yang ditetapkan tersangka selaku Senior Manager Corporate Affair Permata Hijau Group (PHG), dan Pierre Togar Sitanggang (PTS), yang ditetapkan tersangka selaku General Manager di Bagian General Affair pada PT Musim Mas.

Pada Selasa 17 Mei 2022, tim penyidik juga menetapkan Lin Che Wei yang diketahui selaku penasehat dan analis kebijakan di lembaga riset Independent Research & Advisory Indonesia (IRAI).

Jaksa Agung juga menegaskan agar tim penyidikan sementara ini fokus pada pembuktian hukum terhadap para tersangka yang sudah ditetapkan.

Baca Juga :  Ada Pihak Tertentu Hendak Bungkam Habib Rizieq Shihab ?

Ia juga meminta tim penyidikan fokus pada keterlibatan tiga perusahaan yang terseret. Yakni PT Wilmar Nabati Indonesia, PT Permata Hijau Group, dan PT Musim Mas.

“Sehingga, tim penyidik Jampidsus, tidak perlu memanggil pihak-pihak yang tidak terkait untuk diperiksa dalam perkara dimaksud,” tegas Burhanuddin.

Dalam penyidikan, tim di Jampidsus, pada Rabu 18 Mei 2022 masih melanjutkan pemeriksaan terhadap sejumlah nama.

Satu nama yang diperiksa pada Rabu 18 Mei 2022, adalah Erik, yang diketahui sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Wilmar Nabati Indonesia. (*/Sinarlampung.co/Jun/red)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Gandeng Sumitomo, Progres PLTA Kayan Signifikan

13 September 2022 - 17:11 WIB

Dengar Aspirasi Satpol-PP, Komisi II DPR-RI Inisiasi Pansus Honorer

6 September 2022 - 19:51 WIB

Sambangi KPK, Uncu Wenda: ini Kado Terindah untuk Pemkab Lamteng di HUT ke-77 RI

18 Agustus 2022 - 11:22 WIB

Usai Pidato Kenegaraan Presiden RI, Pimpinan Tiga Matra TNI Kumpul di Kediaman KSAD

17 Agustus 2022 - 11:01 WIB

Lindungi Perusahaan Media, Ketua Dewan Pers Beri Kesempatan Anggota SMSI se-Indonesia untuk Pendataan Verifikasi

13 Agustus 2022 - 08:19 WIB

FSIGB 2022 akan Usung Tema Seminar Sastra Kesusastraan Melayu dan Tradisi Kemaritiman

11 Agustus 2022 - 08:50 WIB

Trending di Nasional
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
%d blogger menyukai ini: