Menu

Mode Gelap
Bersama Komunitas Sepeda, Kapolres Lampura Edukasi Masyarakat Hidup Sehat dan Hemat BBM Berulah Pornoaksi, Pria Bertato Ditangkap Polisi Mardiana Sosialisasikan Perda Prov Lampung tentang Perlindungan dan Pemberdayaan UMKM Sempat Kabur, DPO Tersangka Narkoba Terciduk Polres Lampura Gelar Perkara, Lima dari Enam Terduga Provokator Ditetapkan Tersangka

Lampung Utara WIB ·

Pelempar Kereta Api Jalur Ketapang-Negararatu Diamankan dan Dibina Petugas


					Pelempar Kereta Api Jalur Ketapang-Negararatu Diamankan dan Dibina Petugas Perbesar

LAMPUNG UTARA (RNSI/SMSI) – Pelaku pelemparan terhadap Kereta Api Premium Kuala Stabas di KM 123 Ketapang -Negararatu diamankan Polsuska.

Pelaku MES (15), warga Desa Ciamis, Sungkai Utara, diamankan pada Senin, 13 September 2022, dan langsung dibina dihadapan orangtuanya serta membuat surat pernyataan bermaterai berjanji tidak akan mengulangi lagi.

Yesi Katon wilayah B Divre IV mengatakan, perbuatan iseng kerap kali melatar belakangi pelemparan KA, namun akibatnya bisa sangat fatal ke penumpang dan petugas. Bahkan, ancaman hukumannya sendiri jelas diatur dalam undang-undang.

“Kami tekankan agar mereka tidak melakukan perbuatan tersebut karena membahayakan dan terancam hukuman pidana,” kata Yesi, Selasa (13/9/22).

Ia menuturkan, hukuman pidana atas aksi pelemparan terhadap kereta api sendiri telah diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) Bab VII menerangkan kejahatan yang membahayakan keamanan umum baik bagi orang maupun bagi barang.

Dalam pasal 194 ayat satu, barang siapa dengan sengaja menimbulkan bahaya bagi lalu lintas umum, yang digerakkan oleh tenaga uap atau kekuatan mesin lain di jalan kereta api atau trem, diancam dengan pidana penjara paling lama 15 tahun.

Masih di pasal yang sama dalam ayat dua, dinyatakan jika perbuatan itu sampai mengakibatkan orang mati, yang bersalah diancam dengan pidana penjara seumur hidup. Atau, dipidana penjara selama waktu tertentu paling lama 20 tahun.

Larangan pelemparan terhadap kereta api telah diatur pula dalam UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Dalam pasal 180 menyebutkan setiap orang dilarang menghilangkan, merusak atau melakukan perbuatan mengakibatkan rusak.

Dan atau tidak berfungsinya prasarana dan sarana perkeretaapian. Selain itu, Yesi menambahkan, jalur kereta apil memang bukan tempat bermain. Apalagi, ia mengingatkan, sudah banyak yang terlalu asik bermain sering berujung maut.

Baca Juga :  Ribuan PSHT Waykanan Padati Kirab Satu Abad

“Kami mengimbau agar tidak ada lagi pelemparan kereta. Setiap upaya perusakan sarana kereta api akan ditindak tegas melalui jalur hukum,” ujarnya. (*/red)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Bersama Komunitas Sepeda, Kapolres Lampura Edukasi Masyarakat Hidup Sehat dan Hemat BBM

26 September 2022 - 09:49 WIB

Serang Petugas dan Rusak Fasilitas Stasiun Kereta Api, Enam Warga Blambanganpagar Diamankan

23 September 2022 - 13:34 WIB

Polres Lampura Terima Kunjungan Supervisi Bid Humas Polda Lampung

14 September 2022 - 07:48 WIB

Polres Lampura Gerebek Gudang Penimbun BBM Bersubsidi

14 September 2022 - 07:20 WIB

Bersepeda Sehat, Kapolres Lampura Barengi Bagi Sembako

11 September 2022 - 13:39 WIB

Polres Lampura bersama TNI, Ormas dan Mahasiswa Bagikan Sembako untuk warga

11 September 2022 - 13:32 WIB

Trending di Lampung Utara
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
%d blogger menyukai ini: