Menu

Mode Gelap
Desa Padangratu-Negerisakti Terima Manfaat Program Aspirasi PISEW dan P3TGAI 2022 Mardiana Survei Lokasi Jembatan Gantung Aspirasi Penghubung Antardesa Mardiana Pantau Proses Pengerjaan PB BSPS Gunungbesar Mardiana Pantau Proses Pekerjaan PB BSPS 2022 Gunungbesar Mardiana Survei Lokasi Jembatan Gantung Aspirasi Penghubung Desa Sinarmulya – Sukasari

Lampung Utara WIB ·

Nurpiah Butuh Donasi, Berjuang Menahan Sakit Lawan Tumor Lympoma


					Nurpiah Butuh Donasi, Berjuang Menahan Sakit Lawan Tumor Lympoma Perbesar

Lampung Utara (Restorasi News Siber Indonesia/SMSI) – Nurpiah (66), warga Desa Pulau Panggung, Kecamatan Abung Tinggi, Lampung Utara, terbujur kaku sambil menahan nyeri dengan perut terus mengalami pembesaran.

Hasil diagnosa dokter yang menanganinya, wanita paruh baya itu mengalami penyakit tumor lympoma (ganas) yang berada dibelakang ginjal sebelah kanan yang terus mengalami pembesaran di area perut.

Saat ini, Nurpiah harus terus berjuang menahan rasa nyeri dari sakit yang dideritanya sambil menunggu waktu antrean untuk menjalani operasi di RSUD Abdoel Moeloek, Bandarlampung.

“Kami sedih melihatnya bang, karena itu tumor ganas dan dokter bilang harus segera dioperasi. Namun, urung dilakukan bulan lalu karena jadwalnya Agustus 2021 ini,” ujar Mindus, anak sulung Nurpiah dari lima bersaudara ini, Minggu, 17 Januari 2021.

Pihak keluarga tidak dapat berbuat banyak, setelah diberi jadwal oleh pihak rumah sakit. Sebab, keterbatasan pembiayaan dan memilih mencari donatur untuk meringankan beban perobatan bila harus menempuh jalur umum. Diperkirakan biaya yang harus dikeluarkan sebesar Rp50 juta.

“Kami tidak tahan melihatnya, sedih iya, takut pun iya karena melihat ibu yang menahan sakit dan tak banyak yang dapat dilakukan. Maklum saja bang pekerjaan saya serabutan di pasar fan istri hanya di rumah. Saat ini mengurusi segala keperluannya. Diagnosa dari dokter itu sudah sejak November 2020 lalu,” terangnya.

Begitupun dengan saudaranya yang lain (anak), tak dapat terlalu banyak diandalkan karena keterbatasan ekonomi. Sehingga memilih untuk mencari donatur, hingga dapat menyelesaikan administrasi pengobatan yang harus ditanggung.

“Kami coba mengetuk hati donatur, tolong bantu karena tak ada yang dapat diperbuat. Dan kepada Allah SWT kami berdoa semoga diberikan kelapangan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Rutan Kelas II B Kotabumi Bebaskan 55 WBP Melalui Hak Asimilasi 

Pihak keluarga lainnya, Fitriani menjelaskan bahwasanya saat ini sang ibu sedang berada di tempat kakaknya di Kalianda, Lamsel. Untuk diobati dengan alternatif.

Sebab, penyakit yang diderita sang ibu cukup mengkhawatirkan. Sehingga sering terdengar erangan karena menahan rasa sakit.

“Jadi kami coba bawa kealternatif kebetulan ada kakak di daerah Kalianda Pasar. Saya berharap ada dermawan yang dapat membantu sekedar meringankan beban kami,” tambahnya. (red)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Polwan Polres Lampura Goes To School

10 Agustus 2022 - 21:05 WIB

Oknum Rekanan Asal Kota Metro Kerjakan Proyek PEN Jembatan Penghubung Desa Subik-Gununggijul ‘Asal-Asalan’

10 Agustus 2022 - 18:07 WIB

Bid Propam Polda Lampung Gelar Mitigasi Gaktiblin di Polres Lampura

5 Agustus 2022 - 16:03 WIB

Peringati Tahun Baru Islam 1444 H, Polres Lampura Gelar Doa Bersama

4 Agustus 2022 - 12:26 WIB

Agenda Wabup Lampura Padat, Kabid Infokom : Kami Berjibaku dengan Waktu

4 Agustus 2022 - 01:26 WIB

Anggaran Dinkes Lampura Bocor, Kejari Lampura Pantau Adanya Double Costing

29 Juli 2022 - 20:19 WIB

Trending di Lampung Utara
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
%d blogger menyukai ini: