Modernisme Tidak Pengaruhi Masyarakat Badui Pertahankan Tradisi Leluhur

Khasanah & Ragam Budaya

LEBAK (RNSI/SMSI) – Pesatnya pertumbuhan teknologi komunikasi merupakan pertanda dari peradaban modernisme yang merasuki semua sendi kehidupan manusia.

Meski demikian, masih ada masyarakat di Indonesia yang mempertahankan pola hidup tradisional warisan leluhur.

Mendapati hal tersebut, Menteri Sosial Republik Indonesia, Tri Rismaharini, secara khusus  mengapresiasi kehidupan masyarakat Badui.

Masyarakat adat Badui masih tinggal di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Hingga kini, masyarakat Badui berpegang teguh mempertahankan adat dan kebudayaan leluhur.

“Kami merasa senang bisa bertemu dengan masyarakat Badui, ” kata Risma saat berkunjung ke kawasan pemukiman Badui di Lebak, Banten, Kamis silam, 20 Januari 2022, yang dilansir netralnews.com.

Kunjungan Mensos  ke pemukiman Badui itu disambut tokoh, pemuka adat, dan Jaro Saija sebagai jaro atau Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar.

Pada kesempatan itu Mensos juga menyalurkan bantuan berupa dana santunan senilai Rp100 juta untuk perbaikan jalan setapak menuju pemukiman Badui yang diajukan Jaro Saija.

Risma mengaku terkejut melihat kehidupan masyarakat Badui yang hingga kini masih mempertahankan nilai-nilai budaya adat setempat.

“Pada jaman yang serba modern seperti sekarang, ternyata masih ada masyarakat yang memegang teguh adat istiadat leluhur,” kata Risma.

Diketau, masyarakat Badui masih mempertahankan kehidupan yang serba tradisional dan tidak terkontaminasi budaya luar.

Bahkan, kondisi jalan menuju ke pemukiman Badui masih berupa tanah merah.

“Pemukiman masyarakat Badui tidak terdapat infrastruktur jalan aspal maupun jaringan listrik.

Kami berharap kehidupan masyarakat Badui menjadi lebih baik dengan adanya perbaikan jalan setapak itu,” kata Jaro Saija.

Jaro Saija juga menyampaikan masyarakat Badui sangat terbantu atas bantuan dari Mensos untuk perbaikan jalan setapak, sehingga dapat mendukung akses kelancaran ekonomi.

Saat ini, jumlah warga Badui di atas 16 ribu jiwa tersebar di 68 perkampungan sangat membutuhkan kondisi jalan yang baik.

“Jika jalan itu baik maka perekonomian warga Badui juga baik, “katanya menjelaskan.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lebak, Eka Darmana Putra, mengatakan, penyaluran bantuan jalan tersebut dalam upaya memperlancar akses ekonomi masyarakat Badui. (Netralnews/red)

:Views: 400 Total, Dilihat Hari ini 3 Kali