Menu

Mode Gelap
Desa Padangratu-Negerisakti Terima Manfaat Program Aspirasi PISEW dan P3TGAI 2022 Mardiana Survei Lokasi Jembatan Gantung Aspirasi Penghubung Antardesa Mardiana Pantau Proses Pengerjaan PB BSPS Gunungbesar Mardiana Pantau Proses Pekerjaan PB BSPS 2022 Gunungbesar Mardiana Survei Lokasi Jembatan Gantung Aspirasi Penghubung Desa Sinarmulya – Sukasari

Khasanah & Ragam Budaya WIB ·

Eksotika Pasar Apung Nusantara


					Eksotika Pasar Apung Nusantara Perbesar

Jawa Timur (Restorasi News Siber Indonesia/SMSI) – Sejak diresmikan pada 9 Maret 2015 lalu, Pasar Apung Nusantara menjadi daya tarik tersendiri di Museum Angkut, Batu, Jawa Timur.

Di pasar ini khusus menyajikan jajanan dan panganan nusantara. Menariknya tidak perlu membayar tiket masuk jika ingin mengunjungi Pasar Apung Nusantara ini.

Namun, apabila ingin mengelilingi pulau-pulau buatan yang diberi nama pulau Jawa, Kalimantan, Lombok, Madura, Nias dan lainnya, dengan menggunakan perahu, dikenakan tarif Rp.10.000 saja. Wow!

Untuk pengunjung yang gemar berswafoto, disarankan datang pada malam hari. Nyala lampu, sungai buatan, dan bangunan tradisional menjadi perpaduan yang akan membuat foto terlihat lebih indah nan eksotis.

Pengunjung juga bisa menikmati pemandangan menarik dengan berjalan-jalan di atas lantai papan kayu.

Tahukah, berdirinya Pasar Apung ini sebenarnya terinspirasi dari Pasar Terapung yang ada di Kalimantan Selatan. Di mana para pedagang menjual dagangannya di atas sungai dengan menggunakan perahu.

Selain kuliner, berbagai dagangan souvenir tradisional juga ada di pasar ini. Sebagian pedagang ada yang menjualnya dengan sarana perahu, ada pula yang memanfaatkan kios yang tersedia di pasar tersebut.

Animo wisatawan terhadap Pasar Apung cukup tinggi. Jika akhir pekan, pengunjung bisa mencapai 500 orang per hari. Tapi jika hari biasa, pengunjung berkisar di bawah angka 500 perhari. Jam bukanya sama dengan jam buka Museum Angkut. Yaitu buka mulai pukul 11.00 dan tutup pada pukul 20.00 WIB.

Yuk, traveling ke Pasar Apung Nusantara.

(beepdo/siberindo/teddy kurniawan/red)

Facebook Comments Box
Baca Juga :  Nadikiyang Pun Minak Yang Abung : Kutobumei Bukan Kotabumi Apalagi Koto Bumi!
Artikel ini telah dibaca 52 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Dari Kota Kembang, Bandung Jadi Kota Angklung

22 Mei 2022 - 10:18 WIB

Ahli Primata Malaysia Temukan Monyet Hasil Perkawinan Silang Bekantan dengan Lutung Perak?

14 Mei 2022 - 08:33 WIB

Minak Kemala Bumi Penyebar Islam Di Lampung

10 Mei 2022 - 01:17 WIB

Asal Muasal Sesan : Demi Rebut Putri Balau, Minak Pati Prajurit Tumbangkan 40 Pangeran

9 Mei 2022 - 02:10 WIB

Warga Kampung Tutubhada Jaga Makam Leluhur Jogo Sela dan Amerae

8 Mei 2022 - 13:54 WIB

200 Relawan #KopiSusi akan ‘Beach Cleaning’ Pantai Pangandaran

7 Mei 2022 - 20:07 WIB

Trending di Khasanah & Ragam Budaya
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
%d blogger menyukai ini: