Menu

Mode Gelap
Desa Padangratu-Negerisakti Terima Manfaat Program Aspirasi PISEW dan P3TGAI 2022 Mardiana Survei Lokasi Jembatan Gantung Aspirasi Penghubung Antardesa Mardiana Pantau Proses Pengerjaan PB BSPS Gunungbesar Mardiana Pantau Proses Pekerjaan PB BSPS 2022 Gunungbesar Mardiana Survei Lokasi Jembatan Gantung Aspirasi Penghubung Desa Sinarmulya – Sukasari

Tanggamus WIB ·

BNN Tanggamus Workshop Penguatan Kapasitas Pers 


					BNN Tanggamus Workshop Penguatan Kapasitas Pers  Perbesar

Tanggamus (Restorasi News Siber Indonesia/SMSI) – Badan Nasional Narkotika (BNN) Kabupaten Tanggamus gelar workshop penguatan kapasitas kepada insan media untuk mendukung Kabupaten Tanggap ancaman Narkoba.

Kegiatan workshop yang dilaksanakan di gedung serumpun padi Gisting, Kecamatan Gisting, Tanggamus, Kamis kemarin, 18 Februari 2021, diikuti oleh para insan pers dari berbagai organisasi media.

Hadir dalam kegiatan ini Kepala BNN Tanggamus Kholbidi yang diwakilkan Kepala Bagian Umum Hendri, Kepala Dinas Komunikasi Dan Informasi (Diskominfo) Sabaruddun yang juga sebagai pemateri, Darmawan Purba praktisi Unila sebagai pemateri, Erwin Suciarni Koordinator Rehabilitasi BNN sebagai pemateri dan para peserta workshop.

Dalam sambutan Kepala BNN Tanggamus Kholbidi yang diwakili oleh Kepala Bagian Umum BNN Tanggamus Hendriyadi mengatakan, bahwa saat ini banyak sekali pemakai coba coba dari kalangan anak dan remaja yang jumlahnya sangat tinggi.

Dan para pemakai pada tahap ini tidak mungkin dipidanakan dan perlu diberikan dosialisasi dan rehabilitasi. Seperti di Bandar Lampung telah melaksanakan rehabilitasi sebanyak 57 pemakai Narkoba yang masih ditingkat SD.

Melihat situasi dan kondisi tersebut, maka peran kita semua disemua lini dan stakeholder masyarakat tutut serta dalam pencegahan narkoba, bahkan juga insan media.

Kemudian yang lebih penting adalah peran serta orang tua yang harus memberikan perhatian lebih kepada keluarganya khusus kepada anak anak.

“Orang tua harus menjadi teladan bagi keluarganya, seperti saya lihat sendiri di Gisting ini anak anak pada waktu saat nya istirahat tapi masih berkeliaran di jalan, kemana orang tua, ” katanya.

Kadis Kominfo Tanggamus Sabaruddin, menerangkan dalam materinya, bahwa pendidikan Narkoba saat ini lebih dominan melalui media tekhnologi multi media, yang mencapai 85 persen dan 25 persennya melalui media konvensional.

Baca Juga :  Waspada Bencana, Kasatlantas Polres Tanggamus Periksa Perlengkapan Personel

Namun dalam mengamankan generasi dari ancaman Narkoba, harus dilakukan bersama sama Pemkab, BNN, TNI, Polri dan juga insan Pers serta masyarakat sendiri.

Peran media sangat penting dalam pencegahan peredaran Narkoba melalui publikasi dan edukasi yang mendidik generasi muda akan bahayanya Narkoba.

“Masalah Narkoba bukan hal yang baru, jadi yang harus ditekankan oleh semua elemen masyarakat dan institusi untuk lebih menegaskan komitmen dalam memcegah peredaran Narkoba sehingga generasi muda dan masyarakat terbebas dari Narkoba,” katanya.

Darmawan Purba praktisi Unila menyampaikan, bahwa peran media dalam program penyebaran dan peredaran Narkoba, lebih kepada hubungan sinergi Pemerintah dan Media (Kaloborativ Goverment).

Lampung sebagai pintu gerbang masuk dua pulau, Jawa dan Sumatra menjadi rawan peredaran Narkoba, kemudian ada juga tokoh tokoh publik figur menjadi  tersangka Narkoba, menjadi imej buruk dimasyarakat.

“Yang menjadi penting saat ini adalah ideologi media, media dituntut memiliki ideologi, yakni untuk mempunyai pandangan dalam penyelamatan anak bangsa dan generasi dari bahaya Narkoba, ” katanya.

Media massa dewasa ini tidak lagi hanya sebagai penyaluran informasi, lebih dari bisa memproduksi realitas dan opini khalayak.

“Maka media massa sangat efektif dalam menanamkan realitas bahwa Narkoba itu sangat berbahaya dan merugikan bahkan mengerikan, sehingga generasi teropini untuk tidak terlibat Narkoba, ” ujarnya.

Erwin Suciarni dalam materinya, sulitnya pemberantasan Narkoba di negara kita salah satunya letak geografis kepulauankepulauan serta demogafis yang besar yang mencapai 250 juta jiwa potensi besar peredaran gelap Narkoba.

“Untuk itu dalam rangka pemberantasan peredaran Narkoba, BNN mempunyai program rehabilitasi Narkoba bagi pemakai. Karena pemakai ini adalah sebagai korban dari para bandar Narkoba, ” ujarnya.

Baca Juga :  Polres Tanggamus Bersama Dinkes Vaksinasi 50 Personel

Menanggapi kegiatan workshop dari BNN tersebut, sangat diapresiasi oleh para insan Pers sebagai peserta. Seperti yang di katakan oleh Ketua Bagian Organisasi PWI Tanggamus Rio Aldipo didampingi Ketua AJOI Tanggamus Budi Widayat Marsudi. Yang menyatakan akan berkomitmen dalam mendukung pencegahan dan pemberantasan peredaran Narkoba. (Nto)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

BNNK Tanggamus Gelar Workshop Peningkatan Kapasitas Insan Pers Dukung Kota Tanggap Ancaman Narkoba

10 Juni 2022 - 00:09 WIB

Halimah, Peraih Penghargaan Cindarbumi PWI Lampung Diberhentikan Sepihak Pengelola Yayasan PAUD Mawar

22 Maret 2022 - 12:33 WIB

Satlantas Polres Tanggamus Olah TKP Lakalantas Sopir Maut

24 Januari 2022 - 12:34 WIB

Polsek Talang Padang Olah TKP Kebakaran Rumah di Dusun Mega

23 Januari 2022 - 08:14 WIB

Salah Paham, Eks-Ketua DPC AjO Indonesia Tanggamus Sampaikan Permohonan Maaf

20 Desember 2021 - 06:15 WIB

Kelumbayan Tanggamus Diserbu Banjir dan Tanah Longsor

16 Desember 2021 - 09:05 WIB

Trending di Tanggamus
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
%d blogger menyukai ini: