Menu

Mode Gelap
IDI Lamteng Bersama Ormas Bidik Bakti Sosial Screening Kesehatan Gratis Tim NGO-JPK Korda Lamteng Sambangi KPK -RI, Serahkan Data Dugaan Korupsi Sambangi KPK, Uncu Wenda: ini Kado Terindah untuk Pemkab Lamteng di HUT ke-77 RI Usai Kibarkan Bendera Merah Putih di Bawah Laut pada Peringatan HUT ke-77 RI, Brigif 4 Marinir/BS Bakti Sosial di Pahawang Peringati HUT ke-77 RI, Danbrigif 4 Marinir/BS Pimpin Pengibaran Bendera di Bawah Laut

Nasional WIB ยท

Alami Perubahan Morfologi, Gunung Merapi Berstatus Level Siaga


					Alami Perubahan Morfologi, Gunung Merapi Berstatus Level Siaga Perbesar

JAWA TENGAH (RNSI/SMSI) – Kubah lava di sebelah barat daya Gunung Merapi mengalami perubahan morfologi. Hal ini disebutkan melalui Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

Menurut keterangan, Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, melalui keterangan tertulisnya, perubahan morfologi kubah lava itu berdasarkan hasil analisis morfologi dari Stasiun Kamera Deles 5, Tunggularum, Ngepos, dan Babadan 2 pada periode 13-19 Agustus 2021.

“Teramati adanya perubahan morfologi pada kubah lava barat daya akibat aktivitas guguran dan awan panas,” kata dia, yang dilansir GenPI.co, Sabtu, 21 Agustus 2021.

BPPTKG mencatat, pada periode itu, volume kubah lava di sebelah barat daya mencapai 1.350.000 meter kubik.

Ini menandakan mengalami penurunan dibandingkan dengan hasil foto udara pada 28 Juli 2021 yang masih tercatat 1.878.000 meter kubik.

Kubah lava di tengah kawah puncak Gunung Merapi tidak mengalami perubahan morfologi atau relatif tetap. Berdasarkan foto udara pada 28 Juli 2021, volume kubah tengah 2.817.000 meter kubik.

“Dalam engamatan selama sepekan, Gunung Merapi 20 kali meluncurkan awan panas guguran ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal 3.500 meter. Sedangkan guguran lava teramati 172 kali ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter,” kata Hanik lebih lanjut.

Sepekan terakhir, Gunung Merapi tercatat mengalami 20 kali gempa awan panas guguran (AP), 79 kali gempa vulkanik dangkal (VTB), tiga kali gempa low frekuensi (LF), 228 kali gempa fase banyak (MP), 1.969 kali gempa guguran (RF), 82 kali gempa hembusan (DG), dan empat kali gempa tektonik (TT).

“Intensitas kegempaan pada minggu ini lebih rendah dibandingkan dengan minggu lalu,” ujar Hanik, seraya menyimpulkan aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif.

Baca Juga :  Tahun 2024 Targetkan Angka Stunting Turun 14 persen, Perlu Integrasi Lintas Kementerian dan Lembaga

Hingga kini, BPPTKG mempertahankan status aktivitas vulkanik Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.

Warga diminta mewaspadai potensi dampak guguran lava dan awan panas Gunung Merapi di sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

“Kalau terjadi letusan, lontaran material vulkanik dari Gunung Merapi dapat menjangkau area dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung,” ujar Hanik Humaida.(ANT/GenPI.co/red)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Sambangi KPK, Uncu Wenda: ini Kado Terindah untuk Pemkab Lamteng di HUT ke-77 RI

18 Agustus 2022 - 11:22 WIB

Usai Pidato Kenegaraan Presiden RI, Pimpinan Tiga Matra TNI Kumpul di Kediaman KSAD

17 Agustus 2022 - 11:01 WIB

Lindungi Perusahaan Media, Ketua Dewan Pers Beri Kesempatan Anggota SMSI se-Indonesia untuk Pendataan Verifikasi

13 Agustus 2022 - 08:19 WIB

FSIGB 2022 akan Usung Tema Seminar Sastra Kesusastraan Melayu dan Tradisi Kemaritiman

11 Agustus 2022 - 08:50 WIB

Gubernur Ansar Ahmad, Support FSIGB 2022, Satu Peserta Diantaranya Ketua SMSI Lampura, Ardiansyah

10 Agustus 2022 - 12:02 WIB

DPP GPPMP Luncurkan 25 Kandidat Tokoh Inspiratif Kandidat Peraih Award 2022

5 Agustus 2022 - 15:52 WIB

Trending di Nasional
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
%d blogger menyukai ini: