Menu

Mode Gelap
Bersama Komunitas Sepeda, Kapolres Lampura Edukasi Masyarakat Hidup Sehat dan Hemat BBM Berulah Pornoaksi, Pria Bertato Ditangkap Polisi Mardiana Sosialisasikan Perda Prov Lampung tentang Perlindungan dan Pemberdayaan UMKM Sempat Kabur, DPO Tersangka Narkoba Terciduk Polres Lampura Gelar Perkara, Lima dari Enam Terduga Provokator Ditetapkan Tersangka

Lampung Utara WIB ยท

Akuan Abung : Lampung Utara di Masa Mendatang Butuh Konsep Pembangunan Bermatra Kebudayaan


					Akuan Abung : Lampung Utara di Masa Mendatang Butuh Konsep Pembangunan Bermatra Kebudayaan Perbesar

LAMPUNG UTARA (RNSI/SMSI) – Tidak bisa dipungkiri, Kabupaten Lampung Utara merupakan kabupaten tertua yang telah melahirkan sejumlah daerah otonomi baru (DOB) di Provinsi Lampung.

Secara faktual, DOB tersebut kini telah menjadi kabupaten yang dikenal luas dengan berbagai kemajuannya di mata luar daerah.

Salah satu point yang membuat sejumlah kabupaten DOB yang terlahir dari rahim Bumi Ragem Tunas Lampung saat ini maju pesat dan populer di kalangan investor maupun sejumlah stakeholders bertaraf nasional bahkan internasional disebabkan konsep pembangunan kabupaten DOB itu bersifat universal, demokratis, humanis, aspiratif, dan berakar budaya yang tinggi.

Hal ini disampaikan Akuan Abung, tokoh adat Kabupaten Lampung Utara, saat berbincang santai bersama Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Lampung Utara, Ardiansyah, didampingi Ketua Bidang Hukum SMSI Lampura, Arif Rahman, S.H., Senin malam, 6 Juni 2022, di kediamannya.

“Idealnya, Pemerintah Kabupaten Lampung Utara berkaca dengan kabupaten lain yang notabene terlahir dari hasil pemekaran wilayah kabupaten kita,” terang Akuan Abung.

Belakangan ini, imbuh Akuan Abung, pemangku kebijakan di Lampung Utara terkesan tidak melakukan perencanaan dengan konsep yang dirancang dengan profesional dengan merangkum berbagai aspiratif masyarakat berbagai tingkatan.

“Pendapat dari masyarakat tentunya tidak diharuskan muncul dalam kegiatan seremonial pemerintahan. Toh, bisa dilihat dari pemikirannya yang terpublikasi dari berbagai informasi publik yang menyebar luas,” katanya.

Akuan Abung menambahkan, hal itu juga bisa dengan melakukan diskusi ringan dengan berbagai elemen sebelum merancang master plain oleh pihak yang berkompeten.

“Intinya, rancangan tataruang dan wilayah di Lampung Utara pada masa mendatang harus bermatra pada kebudayaan dan mengedepankan nilai-nilai humanis serta moralitas,” tegasnya. (red)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Bersama Komunitas Sepeda, Kapolres Lampura Edukasi Masyarakat Hidup Sehat dan Hemat BBM

26 September 2022 - 09:49 WIB

Serang Petugas dan Rusak Fasilitas Stasiun Kereta Api, Enam Warga Blambanganpagar Diamankan

23 September 2022 - 13:34 WIB

Polres Lampura Terima Kunjungan Supervisi Bid Humas Polda Lampung

14 September 2022 - 07:48 WIB

Pelempar Kereta Api Jalur Ketapang-Negararatu Diamankan dan Dibina Petugas

14 September 2022 - 07:29 WIB

Polres Lampura Gerebek Gudang Penimbun BBM Bersubsidi

14 September 2022 - 07:20 WIB

Bersepeda Sehat, Kapolres Lampura Barengi Bagi Sembako

11 September 2022 - 13:39 WIB

Trending di Lampung Utara
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
%d blogger menyukai ini: